A Pengertian Pendidikan dan Masyarakat. 1. Pendidikan. Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya sebagai individu dan masyarakat. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan Masihterdapat 3 (tiga) permasalahan dalam perencanaan personalia pendidikan, yaitu : 1. Belum semua lembaga pendidikan menerima dan memiliki tenaga-tenaga pendidik yang mencukupi. 2. Tenaga pendidik tersebut banyak yang belum memenuhi persyaratan kompetensi sebagai guru. 3. Masih terdapat bahwa tenaga pendidik ditempatkan pada tempat yang Sejalandengan rumusan masalah yang ada, makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan sebagai berikut: 1. Pengertian pendidikan. 2. Lembaga penyelenggara pendidikan. 3. Fungsi dan peranan pendidikan dalam masyarakat. 4. Lingkup Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan. Denganmengucapkan puji syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, yang mnganugerahkan kepada penulis kekuatan imam, kesehatan jasmani serta menambahkan ilmu dalam memahami ilmu- ilmuNya. Sehingga dalam kesempatan ini penulis mampu menyelesaikan tugas makalah dari mata kuliah Dasar- Dasar Pendidikan yang diberi judul “ Fungsi Dan Peran 2 Bagaimana peran lembaga-lembaga yang terkait dalam aktivitaspasar modal di Indonesia? C. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulis dalam membuat makalah ini untuk memberikan wawasan bagi penulis dan pembaca, diantaranya yaitu: 1. Untuk mengetahui peran Bapepam dalam aktivitas pasar modal; 2. Untuk mengetahui peran lembaga-lembaga yang terkait dalam 1 Perencanaan (Planning) Perencanaan adalah proses menyusun tujuan dan sasaran organisasi serta menyusun “peta kerja” yang melibatkan cara pencapaian tujuan. 2. Pengorganisasian (Organizing) Proses dari menghimpun Sumber Daya Manusia, modal, dan peralatan yang dibutuhkan dengan cara yang efektif demi mencapai tujuan. 1 yang diatur adalah semua unsure manajemen, yakni 6 M. 2. Tujuannya diatur adalah agar 6 Mlebih berdaya guna dalam mewujudkan tujuan. 3. Harus diatur supaya 6 M itu bermanfaat optima, terkoordinasi dan terintegrasi dengan baik Secarateori pengertian peran mengacu kepada fungsi yang dijalankan. Peran bahasa Indonesia di sini memiliki pengertian tentang fungsi yang dijalankan oleh bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa dan negara. Jika ditilik dari fungsi yang sudah dijalankan, sampai saat ini peran bahasa Indonesia masih tetap menjalankan fungsinya 1 LEMBAGA PENDIDIKAN DAN FUNGSINYA. 2. PENGERTIAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN • Lingkungan pendidikan dapat diartikan sebagai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap praktek pendidikan baik positif ataupun negatif. Lingkungan pendidikan sebagai tempat berlangsungnya proses pendidikan, merupakan bagian dari lingkungan sosial. Adaara Vol. 10, No.1, Februari 2020 63 MANAJEMEN HUMAS: MEMBANGUN PERAN MASYARAKAT PADA LEMBAGA PENDIDIKAN 1Fajri Dwiyama, 2Adriani, 3Ismia, 4Riska Oktafiana 1Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Bone fajridwiyama@ Tarbiyah Institut Agama slam Negeri Bone Adrianiandrii99@gmail.com 3Fakultas Tarbiyah UcuGYe. Pengertian pendidikan Dalam Bahasa Indonesia, kata pendidikan terdiri dari kata didik yang mendapat awalan pen dan akhiran an, yang berarti hal atau cara mendidik. Kata pendidikan sering pula digunakan sebagai terjemahan kata education dalam Bahasa Inggris dan kata tarbiyah dalam Bahasa Arab. Istilah pendidikan berasal dari kata didik dengan memberinya awalan pe dan akhiran an, mengandung arti perbuatan hal, cara dan sebagainya. Istilah pendidikan ini semula berasal dari Bahasa Yunani yaitu paedagogie yang berarti bimbingan yang diberikan kepada anak. Proses pendidikan merupakan perjalanan yang tak pernah terhenti sepanjang hidup manusia dan merupakan hal yang sangat signifikan dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, banyak bermunculan teori atau konsep mengenai pendidikan dengan latar belakang, baik ruang maupun waktu yang berbeda, sehingga definisi pendidikan pun menjadi berbeda-beda. Dalam pengertian umum pendidikan menurut hasan langgulung bahwa pendidikan adalah proses pemindahan nilai pada suatu masyarakat kepada setiap individu yang ada didalamnya dan proses pemindahan nilai-nilai budaya melalui pengajaran. Pendidikan dapat diartikan dalam tiga macam Pendidikan diartikan secara maha luas Yaitu pendidikan sama dengan hidup adalah segala situasi dalam hidup yang mempengaruhi pertumbuhan seseorang, dan pendidikan adalah pengalaman belajar setiap orang sepanjang hidup Pengertian diartikan sempit Pendidikan adalah sekolah atau persekolahan dan pengaruh yang diupayakan dan direkayasa oleh sekolah terhadap anak dan remaja yang diserahkan kepadanya agar mereka mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas-tugas social Pengertian luas dan terbatas Pendidikan adalah pengalaman belajar dalam keseluruhan lingkungan hidup, baik disekolah maupun diluar sekolah yang sengaja diselenggarakan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Dari berbagai pendapat yang dikemukakan para ahli tentang arti pendidikan, maka dapat kita tarik sebuah benang merah bahwa pendidikan adalah proses pemindahan nilai-nilai pada suatu masyarakat termasuk nilai budaya dalam pengajaran yang diselenggarakan di lingkungan sekolah mamupun diluar lingkungan sekolah dalam mencapai tujuan tujuan tertentu. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Pendidikan Adapun pengertian-pengertian atau definisi pendidikan menurut pakar dibidangnya antara lain Menurut Prof. H. Mahmud Yunus Yang dimaksud pendidikan ialah suatu usaha yang dengan sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak yang bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, jasmani dan akhlak sehingga secara perlahan bisa mengantarkan anak kepada tujuan dan cita-citanya yang paling tinggi. Agar memperoleh kehidupan yang bahagia dan apa yang dilakukanya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, masyarakat, bangsa, negara dan agamanya. Menurut Prof. Dr. John Dewey Menurutnya pendidikan merupakan suatu proses pengalaman. Karena kehidupan merupakan pertumbuhan, maka pendidikan berarti membantu pertumbuhan batin manusia tanpa dibatasi oleh usia. Proses pertumbuhan adalah proses penyesuaian pada setiap fase dan menambah kecakapan dalam perkembangan seseorang melalui pendidikan. Baca Juga Pengertian Premi Asuransi, Fungsi Dan Faktornya Lengkap Menurut Langeveld Pendidikan merupakan upaya dalam membimbing manusia yang belum dewasa kearah kedewasaan. Pendidikan adalah suatu usaha dalam menolong anak untuk melakukan tugas-tugas hidupnya, agar mandiri dan bertanggung jawab secara susila. Pendidikan juga diartikan sebagai usaha untuk mencapai penentuan diri dan tanggung jawab. Menurut Prof. Herman H. Horn Beliau berpendapat bahwa pendidikan adalah suatu proses dari penyesuaian lebih tinggi bagi makhluk yang telah berkembang secara fisik dan mental yang bebas dan sadar kepada Tuhan seperti termanifestasikan dalam alam sekitar, intelektual, emosional dan kemauan dari manusia. Menurut Driyarkara Pendidikan diartikan sebagai suatu upaya dalam memanusiakan manusia muda atau pengangkatan manusia muda ke taraf yang insani. Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI Pendidikan yaitu sebuah proses pembelajaran bagi setiap individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai obyek tertentu dan spesifik. Pengetahuan yang diperoleh secara formal tersebut berakibat pada setiap individu yaitu memiliki pola pikir, perilaku dan akhlak yang sesuai dengan pendidikan yang diperolehnya. Menurut Ki Hajar Dewantara Menurutnya pendidikan adalah suatu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya ialah bahwa pendidikan menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada peserta didik agar sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan hidup yang setinggi-tingginya. Menurut Stella van Petten Henderson Pendidikan yaitu suatu kombinasai dari pertumbuhan dan perkembangan insani dengan warisan sosial. Menurut Kohnstamm dan Gunning Pendidikan merupakan suatu pembentukan hati nurani manusia, yakni pendidikan ialah suatu proses pembentukan dan penentuan diri secara etis yang sesuai dengan hati nurani. Menurut Horne Menyatakan bahwa pendidikan adalah proses yang dilakukan secara terus menerus dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi manusia yang telah berkembang secara fisik dan mentalnya. Menurut Frederick J. Mc Donald Mengemukakan pendapatnya bahwa pendidikan ialah suatu proses yang arah tujuannya adalah merubah tabiat manusia atau peserta didik. Menurut Ahmad D. Marimba Mengemukakan bahwa pendidikan ialah suatu proses bimbingan yang dilaksanakan secara sadar oleh pendidik terhadap suatu proses perkembangan jasmani dan rohani peserta didik, yang tujuannya agar kepribadian peserta didik terbetuk dengan sangat unggul. Kepribadian yang dimaksud ini bermakna cukup dalam yaitu pribadi yang tidak hanya pintar, pandai secara akademis saja, akan tetapi baik juga secara karakter. Menurut Carter V. Good Mengartikan pendidikan sebagai suatu proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan prilaku yang berlaku dalam masyarakat. Proses dimana seseorang dipengaruhi oleh lingkungan yang terpimpin khususnya didalam lingkungan sekolah sehingga dapat mencapai kecakapan sosial dan dapat mengembangkan kepribadiannya. Ensiklopedi Pendidikan Indonesia Menjelaskan mengenai pendidikan, yaitu sebagai proses membimbing manusia atau anak didik dari kegelapan, ketidaktahuan, kebodohan, dan kecerdasan pengetahuan. UU SISDIKNAS tahun 2003 Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mampu mengembangkan potensi yang ada didalam dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian yang baik, pengendalian diri, berakhlak mulia, kecerdasan,dan keterampilan yang diperlukan oleh dirinya dan masyarakat. Menurut Abdullah Ibnu Al-Muqafah Pendidikan adalah kebutuhan untuk mendapatkan sesuatu yang akan menguatkan dan mencapai peradapan yang tinggi atau kesempurnaan yang merupakan santapan akan serta rohaninya Menurut Plato Pendidikan adalah sesuatu yang dapat membantu perkembangan individu dari jasmani dan akal dengan sesuatu yang dapat memungkinkan tercapainya sebuah kesempurnaan Menurut Mary McLeod Bethune Pendidikan dalam arti sempit adalah suatu perbuatan atau proses untuk memperoleh sebuah pengetahuan. Menurut Edgar Dale Pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan dengan sadar oleh keluarga, masyarakat atau pemerintah melalui bimbingan, pengajaran, pembelajaran dan pelatihan yang berlangsung, baik dilakukan disekolah maupu diluar sekolah sepanjang hidup untuk mempersiapkan peseta didik agar dapat menjalankan perannya dalam lingkungan untuk masa yang akan datang. Menurut Thedore Brameld Pendidikan adalah suatu proses yang lebih luas dari pada proses berlangsungnya dalam sekolah. Pendidikan adalah suatu kegiatan sosial yang memungkinkan masyarakat tetap ada dan terus berkembang. Menurut Indris, Pendidikan adalah serangkaian kegiatan berkomunikasi yang bertujuan supaya manusia dewasa atau pendidik dengan peserta didik saling bertatap muka atau dengan menggunakanmedia dalam rangka ma\emberikan bantuan pada perkembangan anak dengan utuh. Menurut Ahmad D. Marimba Pendidikan adalah pimpinan atau bimbingan secara sadar oleh pihak pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rihani anak didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama Menurut An-Nahlawi Pendidikan dalam bahsa Arab adalah tarbiyah, arti tarbiyah atau pendidikan ialah segala usaha dalam megurus, mengatur dan memperbaiki segala sesuatu atau potensi yang sudah ada dari lahir agar tumbuh dan berkembang menjadi lebih dewasa. Menurut Ibnu Sina Pendidikan atau pembelajaran berkaitan dengan seluruh aspek yang ada pada diri manusia, mulai dari fisik, mental ataupun moral. Pendidikan dilarang mengabaikan perkembangan fisik dan apapun yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan fisik seperti olahraga, meinuman, makanan, kebersihan dan tidur. Jadi pendidikan tidak hanya memperhatikan aspek moralnya saja namun juga membentuk individu yang menyeluruh termasuk jiwa, karakter dan fikiran. Menurut Godfrey Thomson Pendidikan adalah pengaruh lingkungan atas individu untuk menghsilkan perubahan tepat di dalam kebiasaan atau adat tingkah laku, pikiran dan perasannya. UNESCO “education is now engaged is preparinment for a tife Society which does not yet exist” atau bahwa pendidikan itu sekarang adalah untuk mempersiapkan manusia bagi suatu tipe masyarakat yang masih belum ada. Konsep system pendidikan mungkin saja berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat dan pengalihan nilai-nilai kebudayaan transfer of culture value. Konsep pendidikan saat ini tidak dapat dilepaskan dari pendidikan yang harus sesuai dengan tuntutan kebutuhan pendidikan masa lalu,sekarang,dan masa datang. Menurut Darmaningtyas Pendidikan adalah pendidikan sebagai usaha dasar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup dan kemajuan yang lebih baik Menurut Paulo Freire Pendidikan adalah jalan menuju pembebasan yang permanen dan terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah masa dimana manusia menjadi sadar akan pembebasan mereka, damana melalui praksis mengubah keadaan itu. Tahap kedua dibangun atas tahap yang pertama, dan merupakan sebuah proses tindakan kultural yang membebaskan. Menurut H. Horne Pendidikan adalah proses yang terus menerus abadi dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada vtuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia Menurut Bratanata dkk Pendidikan adalah usaha yang sengaja diadakan baik langsung maupun dengan cara yang tidak langsung untuk membantu anak dalam perkembangannya mencapai kedewasaan Menurut Drs. Wasty Soemanto. Pendidikan adalah proses pembelajaran yang menghasilkan pengalaman yang memberikan kesejahteraan pribadi, baik lahir maupun bathiniah GBHN Pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan diluar sekolah dan berlangsung seumur hidup Menurut Prof. Dr. Dedi Supriadi Pendidikan adalah salah satu fungsi yang harus dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya oleh keluarga dan masyarakat secara terpadu dengan berbagai institusi yang memang diadakan dengan sengaja untuk mengembangkan fungsi pendidikan Menurut Girex B Pendidikan adalah berbagai upaya dan usaha yang dilakukan orang dewasa untuk mendidik nalar peserta didik dan mengatur moral mereka. Menurut Dr. Sutari Imam Bernadib Ilmu pendidikan adalah mempelajari suasana dan proses-proses pendidikan. Proses yang dimaksud adalah cara-cara yang dilakukan untuk memperoleh pendidikan secara sistematis dan bertahap. Menurut Drs. M. Ngailim Purwanto Ilmu pendidikan ialah ilmu pengetahuan yang menyelidiki, merenungkan tentang gejala-gejala perbuatan mendidik Menurut Prof. Dr. Iman Barnadib di fakultas filsafat UGM Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau kemajuan yang lebih baik Menurut UU No. 2 Tahun 1989 Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang Menurut UU No. 2 tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan,pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak bangsa dan negara Menurut Wikipedia Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian Dari beberapa pengertian tersebut tentang definisi pendidikan, maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan ialah bimbingan yang diberikan kepada anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya untuk mencapai tingkat kedewasaan dan bertjuan untuk menambah ilmu pengetahuan, membentuk karakter diri, dan mengarahkan anak untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Pendidikan juga bisa diartikan sebagai usaha sadar yang bertujuan untuk menyiapkan peserta didik dalam belajar melalui suatu kegiatan pengajaran, bimbingan dan latihan demi peranannya dimasa yang akan datang. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Lembaga Pendidikan Fungsi Pendidikan Menurut Hasan Langgulung, pendidikan Islam ialah pendidikan yang memiliki macam fungsi sebagai berikut Menyiapkan generasi muda untuk memegang peranan tertentu dalam masyarakat pada masa yang akan datang. Peranan ini berkaitan erat dengan kelanjutan hidup masyarakat sendiri. Memindahkan ilmu pengetahuan yang bersangkut dengan peranan tersebut dari generasi tua kepada generasi muda. Memindahkan nilai-nilai yang bertujuan memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat yang menjadi syarat mutlak bagi kelanjutan hidup suatu masyarakat dan peradaban. Dengan kata lain, tanpa nilai-nilai keutuhan dan kesatuan suatu masyarakat, maka kelanjutan hidup tersebut tidak akan dapat terpelihara dengan baik yang akhirnya akan berkesudahan dengan kehancuran masyarakat itu sendiri. Menyikapi fungsi pendidikan menurut Hasan Langgulung tersebut diatas, bahwa pendidikan mempunyai tugas penting dalam menyiapkan calon-calon atau generasi baru yang siap mengelola dan berperan aktif dalam mayarakat pada masa yang akan datang, kemudian melangsungkan pengkaderan manusia untukmelanjutkan estafet kehidupan melalui transfer ilmu pengetahuan dari para orang tua ke generasi muda, dan yang tak kalah penting adalah mempertahankan kelangsungan kebudayaan dan peradaban yang harus berkelanjutan dalam kehidupan masyarakat. Menurut seorang pakar pendidikan Bogardus memberikan fungsi pendidikan melalui dua macam Pendidikan berfungsi untuk memberantas kebodohan Menghilangkan salah pengertian Yang dimaksud dengan meberantas kebohohan tersebut adalah, melui proses pendidikan seorang peserta didik akan diberi pelajaran mengenai cara belajar membaca dan menulis kemudian mengembangkan pengetahuan dan kemampuan intelektual. Ketika hal tersebut diatas diperoleh peserta didik, maka akan tercipta hasil budi, yang kemudian menghasilkan tindakan untuk memilihbaik dan buruk serta memahami arti kehidupan baik di dunia maupun di akhirat. Melalui pendidikan akan menghilangkan kesalah pengertian, yang maksudnya adalah pendidikan akan memberikan pemahaman bahwa selain kebudayaan yang dimiliki dan berada dalam lingkungan satu individu, terdapat kebudayaan lainnya. Jika individu memahami hal tersebut, maka akan mengerti hakikat hidup dalam bermasyarakat yang menghargai dan bersosial. Bagaimana fungsi pendidikan islam. Dalam hal ini Zakiah Daradjat mengambil tiga macam fungsi agama yaitu memberi bimbingan dalam hidup, menolong dalam menghadapi kesukaran, dan menentramkan batin. Dalam kehidupan tak lepas dari berbagaimacam masalah, baik berupa masalah ekonomi, social, dan politik. Pendidikan agama berperan penting untuk menuntun manusia kembali kejalan syariat agama, agar tidak keluar jalur keimanan. Ketika masalah dihadapi oleh seseorang yang memiliki pendidikan agama, maka dalam agama terdapat pendidikan-pendidikan yang memberikan solusi terhadap kesukaran yang dihadapi. Dan agama membuat seseorang tentrammenghadapi masalah yang terjadi dengan pengetahuan apa yang sedangdialaminya, apakah masalah yang didapat berupa ujian, atau cobaan, ataukah azab. Dalam fungsi Pendidikan yang lain bahwa, pendidikan turut andil dalam memberikan corak dan arah pada kehidupan pada masyarakat mendatang. Sesuai penjelasan diatas dengan pendidikanlah bibit atau penerus masa depan yang di didik dan dibina minat dan bakat sesuai tempat dan keadaan serta keperluan masa depan. Jika salah dalam mendidik maka akan tercipta generasi-generasi yang tidak sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan “Karakter” Pengertian & Pendidikan – Nilai Karakter Fungsi dan Peranan Pendidikan dalam Masyarakat Membahas tentang peran dan fungsi pendidikan dalam masyarakat ada berbagai macam pendapat. Wuradji, menyatakan bahwa pendidikan sebagai lemaga konservatif memiliki fungsi sebagai berikut. Fungsi sosialisasi Fungsi kontrol sosial Fungsi pelestarian budaya Masyarakat Fungsi latihan dan pengembangan tenaga kerja Fungsi seleksi dan alokasi, Fungsi pendidikan dan perubahan sosial Fungsi reproduksi budaya Fungsi difusi kultural, Fungsi peningkatan sosial Fungsi modifikasi sosial. Jeane H. Ballantine 1983 menyatakan bahwa fungsi pendidikan dalam masyarakat itu sebagai berikut fungsi sosialisasi fungsi seleksi, latihan dan alokasi fungsi inovasi danperubahan sosial fungsi pengembangan pribadi dan social. Meta Spencer dan Alec Inkeles 1982 menyatakan bahwa fungsi pendidikan dalam masyarakat itu sebagai berikut memindahkan nilai-nilai budaya nilai-nilai pengajaran peningkatan mobilitas sosial fungsi stratifikasi latihan jabatan mengembangkan dan memantapkan hubungan hubungan sosial membentuk semangat kebangsaan, 8 pengasuh bayi. Dari tiga pendapat tersebut di atas, tidak ada perbedaan tetapi saling melengkapi antara pendapat yang satu dengan pendapat yang lain Fungsi Sosialisasi Pendidikan diharapkan bisa memiliki peran dalam proses sosialisasi pada masyarakat dapat menjalankan fungsinya dengan baik, sehingga proses sosialissasi dapat berjalan dengan mulus dan lancar. Oleh sebab itu, orang tua serta keluarga memberiharapan kepada sekolah agar bisa melaksanakan proses tersebut dengan sebaik-baiknya. Pada lembaga ini para guru berperan sebagai model serta bisa mengemban amanat dari para orang tua keluarga serta masyarakat supaya anak didik dapat memahami serta mengadopsi nilai-nilai yang bisa diterapkan dimasa yang akan datang. Fungsi Kontrol Sekolah dalam memberikan nilai-nilai serta loyalitas kepada tatanan kepada masyarakat harus berfungsi untuk lembaga pelayanan sekolah agar melakukan kontrol sosial. Lewat pendidikan seperti itu, individu dapat mengambil nilai sosial serta melakukan interaksi pada kehidupan sehari-hari. Fungsi Pelestarian Budaya Masyarakat Sekolah selain memiliki fungsi dan tugas untuk mempersatu budaya-budaya etik yang beragam, sekolah juga harus melestarikan nilai-nilai budaya daerah yang masih bisa dipertahankan contohnya kesenian, bahasa daerah, budi pekerti serta upaya mendayagunakan sumber daya lokal untuk kepentingan umum dan sebagainya. Fungsi Pendidikan dan Perubahan Sosial Peran dan fungsi pendidikan dalam perubahan sosial untuk dapat meningkatkan kemampuan perserta didik yang yang analisis kritis berperan untuk menanamkan keyakinan serta nilai-nilai baru terhadap cara berfikir manusia. Pendidikan pada masa modern ini telah berhasil menciptakan generasi abru dengan daya kreasi serta bisa berfikir kritis, sikap tidak mudah dalam situasi yang ada dan sikap yang tanggap pada perubahan. Cara tersebut akan bisa melepaskan diri dari ketergantungan pada bantuan orang lain. Dengan demikian perserta didik selain dapat memahami perubahan sosial juga bisa sebagai agen perubahan itu sendiri. Fungsi Sekolah dalam Masyarakat Mengenai adanya tiga bentuk pendidikan yaitu pendidikan formal, pendidikan informal dan pendidikan nonformal. Pendidikan formal disebut juga sekolah. Oleh karena itu sekolah bukan satu-satunya lembaga yang menyelenggarakan pendidikan tetapi masih ada lembaga-lembaga lain yang juga menyelenggarakan pendidikan. Sekolah sebagai penyelenggara pendidikan mempunyai dua fungsi yaitu sebagai partner masyarakat dan sebagai penghasil tenaga kerja. Sekolah sebagai partner masyarakat akan dipengaruhi oleh corak pengalaman seseorang di dalam lingkungan masyarakat. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pendidikan Karakter – Pengertian, Kelemahan, Tujuan, Manfaat, Nilai, Metodologi, Prinsip, Para Ahli Tujuan Pendidikan dalam Kehidupan Dengan tujuan dan pengertian pendidikan yang sesuai dengan dua hal diatas, maka dapat diartikan bahwa pendidikan mempunyai fungsi dan peran yang sangat besar, baik untuk diri sendiri, lingkungan, masyarakat, bangsa, agama, seperti di jelaskan dibawah ini Mewujudkan Individu Yang Ta’at dan Bertaqwa Kepada Tuhan Dengan berdasarkan negara Indonesia yang ada pada sila pertama Pancasila, yakni ketuhanan yang maha esa, maka pendidikan mempunyai peran dalam mewujudkan individu yang taat dalam beragama dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa denga tujuan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjahui seluruh larangan-Nya. Mewujudkan Individu Yang Beretika dan Bermoral Pada sila kedua dalam Pancasila, maka peran penting suatu pendidikan di negara kita Indonesia ialah sebagai wujud individu serta masyarakat yang mempunyai pengendalian diri, bermoral, tanggung jawab, serta memiliki akhlak yang karimah. Mencetak Generasi Muda Yang Cerdas dan Kreatif Pendidikan mempunyai peran dalam mencerdaskan generasi muda, bukan hanya itu saja namun harus mampu mengembangkan potensi pada diri setiap individu. Tanpa adanya pendidikam maka generasi yang layu dan lemah. Mengembangkan Pola Pikir Kritis dan Dinamis Pendidikan juga tidak hanya untuk mencetak generasi muda yang ungguls aja, tetapi mengmbangkan pola pikir yang dinamis dan kritis, sehingga bisa menentukan mana yang lebih baik dan yang buruk dengan berdasarkan hati nurani dan akal. Membentuk Kepribadian Yang Sehat Jasmani dan Rohani Pendidikan juga tidak terhindar dari usaha nyata sebagai wujud individu yang memiliki keperibadian sehat, baik rohani ataupun jasmami. Dengan demikian, pendidikan mengajarkan agar individu bisa menjaga kesehatan akal dan mental. dan kesehatan hati dari sifat yang tercela. Mewujudkan Individu Yang Mampu Bersosialisasi Baik Dalam Masyarakat Pendidikan sebagai dasar utama dalam bersosialisasi, yakni manusia yang homosapien yang bermakna makhluk yang tidak dapat hidup tanpa partisipasi dan peran dari orang lainnya. Pendidikan juga memiliki peran sebagai pencipta individu yang bisa bersosialisasi baik pada masyarakat. Mewujudkan Masyarakat Yang Bersatu Dengan berdasrkan sila ke tiga pada Pancasila serta Bhenika Tunggal Ika,maka pendidikan mergerak kerah setiap individu agar saling bersatu tanpa memandang agama, jenis, suku, status sosial, keturunan dan adat. Mewujudkan Individu Yang Cinta dan Peduli Dengan Lingkungan Lingkungan merupakan hal yang juga dibutuhkan dalam kehidupan, sebab bila lingkungan bersahabat maka dapat mempengaruhi ketentraman di dalam berkomunikasi lingkungan tersebut. Untuk itu dalam setiap proses pendidikan yang selalu diajarkan kepada perserta didik untuk bisa mencintai serta peduli terhadap lingkungan disekitarnya. Mewujudkan Masyarakat Yang Tentram dan Bahagia Pendidikan juga memiliki peran sebagai pencipta suasana masyarakat yang damai, bahagia dan tentaram, dimana setiap individu di masyarakat itu saling memahami dan mengerti, saling bertoleransi, saling menghormati dan menghargai, dan saling sayang-menyayangi sesama dengan terbentuknya pondasi moral yang kuat. Menyongsong Masa Depan Cemerlang Sebuah Negara Suatu negara memiliki masa depan terletak pada generasi mudanya, mundur atau majunya suatu negara tergantung pada generasi muda. Sedangkan itu menwujudkan cita-cita untuk menjadi negara yang lebih berkembang dan lebih baik, pendidikan menjadi salah satu titik pusat dalam hal ini. Generasi muda bisa menjadi generasi yang unggul ke depannya tergantung bagaimana pendidikan akan diterapkan. Di sinilah pendidikan begitu penting untuk mempengaruhi kualitas suatu negara di masa mendatang. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Sekularisme – Ciri, Pendidikan, Masyarakat, Alasan, Perbandingan, Bahaya, Para Ahli Pendidikan dalam perkembangan manusia Pendidikan merupakan sistem untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala aspek kehidupan. Dalam sejarah umat manusia, hampir tidak ada kelompok manusia yang tidak menggunakan pendidikan sebagai alat pembudayaan dan peningkatan kualitasnya. Pendidikan dibutuhkan untuk menyiapkan anak manusia demi menunjang perannya di masa datang. Upaya pendidikan yang dilakukan oleh suatu bangsa memiliki hubungan yang signifikan dengan rekayasa bangsa tersebut di masa mendatang. Dengan demikian, pendidikan merupakan sarana terbaik untuk menciptakan suatu generasi baru pemuda-pemudi yang tidak akan kehilangan ikatan dengan tradisi mereka sendiri tapi juga sekaligus tidak menjadi bodoh secara intelektual atau terbelakang dalam pendidikan mereka atau tidak menyadari adanya perkembangan-perkembangan disetiap cabang pengetahuan manusia. Pendidikan merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia yang berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan selalu berkembang, dan selalu dihadapkan pada perubahan zaman. Untuk itu, mau tak mau pendidikan harus didisain mengikuti irama perubahan tersebut, apabila pendidikan tidak didisain mengikuti irama perubahan, maka pendidikan akan ketinggalan dengan lajunya perkembangan zaman itu sendiri. Bagi perkembangan manusia pendidikan adalah. Pertama transformasi budaya dari generasi ke generasi, mempertahankan unsure-unsur esensi dari kebudayaan dengan membuka diri pada usur positif dari luar. Kedua Pendidikan bertanggung jawab terhadap generasi masa kini, artinya pendidikan tidak dapat pejam mata terhadap pengangguran dan harus mewujudkan kesejahteraan dalam kehidupan. Ketiga dalam tugas yang paling berat pendidikan adalah menyiapkan generasi masa depan dalam perkembangan kehidupan, yang dulu hidup dalam keadaan tradisional harus mempersiapkan generasi yang mampu menerobos kehidupan modern dan berperan aktif. Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari PERAN LEMBAGA PENDIDIKAN DISUSUN OLEH KELOMPOK 4 KETUA WA SUSI SEKRETARIS SAWALUDIN ANGGOTA WIRA ADI SWARA WA SUSI SYAFITRI NURAZIDA PROGRAM STUDI BAHASA INGGRIS FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN 2014 KATA PENGANTAR Assalamu’alikum Wr. Wb Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik dan Hidayah-Nya serta nikmat sehat sehingga penyusunan makalah guna memenuhi tugas mata kuliah pengantar pendidikan ini dapat selesai sesuai dengan yang diharapkan. Makalah ini kami susun dengan tujuan sebagai informasi serta untuk menambah wawasan khususnya mengenai peran dan lembaga pendidikan dan adapun metode yang kami ambil dalam penyusunan makalah ini adalah berdasarkan pengumpulan sumber informasi. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan sebagai sumbangsih pemikiran khususnya untuk para pembaca dan tidak lupa kami mohon maaf apabila dalam penyusunan makalah ini terdapat kesalahan baik dalam kosa kata ataupun isi dari keseluruhan makalah ini. Kami sebagai penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan untuk itu kritik dan saran sangat kami harapkan demi kebaikan kami untuk kedepannya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb Baubau, 03 November 2014 Penulis DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL……………………………………………………………………………. i KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………. ii DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………….. iii BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………….. 1 Latar Belakang Masalah………………………………………………………….. 1 Rumusan Masalah………………………………………………………………….. 2 Tujuan Penulisan……………………………………………………………………. 2 BAB II PEMBAHASAN Pengertian Lingkungan dan Lembaga Pendidikan……………………… 3 Bentuk-bentuk Lingkungan Pendidikan……………………………………. 3 Bentuk-bentuk Lembaga Pendidikan……………………………………….. 5 Fungsi dan Peran Lembaga Pendidikan Lembaga Pendidikan Keluarga……………………………………………… 6 Lembaga Pendidikan Sekolah……………………………………………….. 10 Lembaga Pendidikan Masyarakat………………………………………….. 14 BAB III PENUTUP Kesimpulan…………………………………………………………………………… 15 Saran……………………………………………………………………………………. 15 DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………. 17 BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Kegiatan pendidikan selalu berlangsung di dalam suatu lingkungan. Dalam konteks pendidikan, lingkungan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berada di luar diri anak. Lingkungan dapat berupa hal-hal yang nyata, seperti tumbuhan, orang, keadaan, politik, kepercayaan dan upaya lain yang dilakukan manusia, termasuk di dalamnya adalah pendidikan. Di dalam konteks pembangunan manusia seutuhnya, keluarga, sekolah dan masyarakat akan menjadi pusat-pusat kegiatan pendidikan yang akan menumbuhkan dan mengembangkan anak sebagai makhluk individu, sosial, susila dan religius. Dengan memperhatikan bahwa anak adalah individu yang berkembang, ia membutuhkan pertolongan dari orang yang telah dewasa, anak harus dapat berkembang secara bebas, tetapi terarah. Karenanya pendidikan harus dapat memberikan motivasi dalam mengaktifkan anak. Lingkungan pendidikan dapat diartikan sebagai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap praktek pendidikan baik positif ataupun negatif. Lingkungan pendidikan sebagai tempat berlangsungnya proses pendidikan, merupakan bagian dari lingkungan sosial. Lingkungan pendidikan sangat dibutuhkan dalam proses pendidikan sebab lingkungan pendidikan tersebut berfungsi menunjang proses belajar mengajar secara nyaman, tertib, dan berkelanjutan. Dengan suasana seperti itu, maka proses pendidikan dapat dilaksanakan. Lembaga pendidikan adalah suatu badan yang berusaha mengelola dan menyelengglarakan kegiatan-kegiatan sosial, kebudayaan, keagamaan, penelitian keterampilan dan keahlian. yaitu dalam hal pendidikan intelektual, spiritual, serta keahlian/ keterampilan. Sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya, sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan pendidikan. Rumusan Masalah Apakah pengertian dari lingkungan dan lembaga pendidikan? Apa saja bentuk-bentuk dari lingkungan pendidikan? Apa saja bentuk-bentuk lembaga pendidikan? Apa saja fungsi dan peran lembaga pendidikan? Tujuan Penulisan Untuk mengetahui pengertian lingkungan dan lembaga pendidikan. Untuk mengetahui bentuk-bentuk dari lingkungan pendidikan. Untuk mengetahui bentuk-bentuk dari lembaga pendidikan. Untuk mengetahui fungsi dan peran lembaga pendidikan. BAB II PEMBAHASAN PENGERTIAN LINGKUNGAN DAN LEMBAGA PENDIDIKAN Lingkungan pendidikan dapat diartikan sebagai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap praktek pendidikan baik positif ataupun negatif. Lingkungan pendidikan sebagai tempat berlangsungnya proses pendidikan, merupakan bagian dari lingkungan sosial. Lingkungan pendidikan sangat dibutuhkan dalam proses pendidikan sebab lingkungan pendidikan tersebut berfungsi menunjang proses belajar mengajar secara nyaman, tertib, dan berkelanjutan. Dengan suasana seperti itu, maka proses pendidikan dapat dilaksanakan. Lembaga pendidikan adalah suatu badan yang berusaha mengelola dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sosial, kebudayaan, keagamaan, penelitian keterampilan dan keahlian. yaitu dalam hal pendidikan intelektual, spiritual, serta keahlian/ keterampilan. Sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya, sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan pendidikan. BENTUK-BENTUK LINGKUNGAN PENDIDIKAN Pada dasarnya lingkungan pendidikan mencakup Tempat Lingkungan Fisik. Contohnya keadaan iklim, keadaan tanah, keadaan alam. Kebudayaan Lingkungan Budaya. Contohnya dengan warisan budaya tertentu bahasa, seni, ekonomi, ilmu pengetahuan, pandangan hidup, keagamaan. Kelompok hidup bersama Lingkungan sosial atau masyarakat. Contohnya keluarga, kelompok bermain, desa, perkumpulan. Adapun definisi lain dari bentuk-bentuk lingkungan pendidikan yaitu ada lingkungan pendidikan formal dan ada lingkungan pendidikan non formal. Contohnya sebagai mana berikut ini Lingkungan Keluarga Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS disebutkan bahwa keluarga merupakan bagian dari lingkungan pendidikan informal/non formal. Selain itu keluarga juga disebut sebagai satuan pendidikan diluar sekolah. Oleh karena itu, keluarga mesti menciptakan suasana yang edukatif sehingga anak didiknya tumbuh dan berkembang menjadi manusia sebagaimana tujuan dalam pendidikan. Lingkungan sekolah Sekolah merupakan lingkungan pendidikan formal, sekaligus membentuk kepribadian anak didik yang tujuannya untuk mencapai 3 faktor yaitu aspek kognitif, afektif, psikomotorik. Lingkungan Masyarakat Pendidikan di lingkungan masyarakat adalah pendidikan nonformal yang dibedakan dari pendidikan di keluarga dan di sekolah. Bertujuan sebagai penambah atau pelengkap pendidikan formal dan informal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Masyarakat memiliki peran yang besar dalam pelaksanaan pendidikan nasional. Peran masyarakat itu antara lain menciptakan suasana yang dapat menunjang pelaksanaan pendidikan nasional, ikut menyelengglarakan pendidikan non pemerintah swasta dan yang lainnya. Tripusat pendidikan Keluarga, Sekolah, Masyarakat saling berhubungan dan berpengaruh. Keterkaitan ketiga pusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat masing-masing memiliki fingsi tersendiri dengan satu tujuan yaitu menolong pertumbuhan dan perkembangan peserta didik secara optimal, untul mencapai tujuan pendidikan yaitu menjadikan manusia yang seutuhnya, berjatidiri, memiliki integritas, dan martabat. Agar fungsi pendidikan dapat tercapai dengan baik, harus terjadi kerjasama yang harmonis antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sejalan dengan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menggariskan peran serta masyarakat dalam pendidikan. BENTUK-BENTUK LEMBAGA PENDIDIKAN Lembaga Pendidikan Keluarga Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama, karena dalam keluarga inilah anak-anak mendapatkan bimbingan dan paling banyak memperoleh pendidikan Lembaga Pendidikan Sekolah Yang dimaksud dengan pendidikan sekolah adalah pendidikan yang diperoleh secara teratur, sistematis, bertingkat dan dengan mengikuti syaraf yang jelas. Lembaga Pendidikan di Masyarakat Masyarakat diartikan sebagai suatu bentuk tata kehidupan sosial dengan tata nilai dan tata budaya sendiri. FUNGSI DAN PERAN LEMBAGA PENDIDIKAN Secara umum fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam interaksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya. Lembaga Pendidikan Keluarga Sebagai transmisi pertama dan utama dalam pendidikan, keluarga memiliki tugas utama dalam peletakan dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan. Dikatakan pertama karena keluarga adalah tempat dimana anak pertama kali mendapat pendidikan. Sedangkan dikatakan utama karena hampir semua pendidikan awal yang diterima anak adalah dalam keluarga. Karena itu, keluarga merupakan lembaga pendidikan tertua, yang bersifat informal dan kodrati. Tugas keluarga adalah meletakkan dasar-dasar bagi perkembangan anak berikutnya, agar anak dapat berkembang secara baik. Pada umumnya keluarga terbentuk melalui perkawinan yang sah menurut agama, adat atau pemerintah dengan proses yang diawali dengan adanya interaksi antara pria dan wanita, interaksi dilakukan berulang-ulang, lalu menjadi hubungan sosial yang lebih intim sehingga terjadi proses perkawinan. Setelah terjadi perkawinan, terbentuklah keturunan , kemudian terbentuklah keluarga inti untuk mendapatkan keturunan dan untuk meningkat derajat dan status sosial baik pria maupun wanita, serta mendekatkan kembali hubungan kerabat yang sudah renggang. Fungsi dan Peran Pendidikan Keluarga Pengalaman Pertama Masa Kanak-Kanak Lembaga pendidikan keluarga memberikan pengalaman pertama yang merupakan faktor penting dalam perkembangan pribadi anak. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa pendidikan keluarga adalah yang pertama dan utama. Pertama, berarti bahwa kehadiran anak di dunia disebabkan hubungan kedua orang tuanya. Orang tua adalah orang dewasa, maka merekalah yang harus bertanggung jawab terhadap anak. Kewajiban orang tua tidak hanya sekedar memelihara eksistensi anak untuk menjadikannya seorang pribadi, namun juga memberi pendidikan anak sebagai individu yang tumbuh dan berkembang. Sedangkan utama, berarti bahwa orang tua bertanggung jawab pada pendidikan anak. Hal itu memberikan pengertian bahwa seorang anak dilahirkan dalam keadaan tidak berdaya, dalam keadaan penuh ketergantungan dengan orang lain, tidak mampu berbuat apa-apa bahkan tidak mampu menolong dirinya sendiri. Ia lahir dalam keadaan suci bagaikan meja lilin berwarna putih a sheet of white paper avoid of all characters atau dikenal dengan istilah Tabularasa John Lock dalam Hasbullah 1999. Oleh karena itu, orang tua berkewajiban memberikan pendidikan pada anaknya dan yang palig utama di mana hubungan orang tua dengan anaknya bersifat alami dan kodrati. Menjamin Kehidupan Emosional Anak 3 hal yang menjadi pokok dalam pembentukan emosional anak, adalah Pemberian perhatian yang tinggi terhadap anak, misalnya dengan menuruti kemauannya, mengontrol kelakuannya, dan memberikan rasa perhatian yang lebih. Pencurahan rasa cinta dan kasih sayang, yaitu dengan berucap lemah lembut, berbuat yang menyenangkan dan selalu berusaha menyelipkan nilai pendidikan pada semua tingkah laku kita. iii. Memberikan contoh kebiasaan hidup yang bermanfaat bagi anak, yang diharapkan akan menumbuhkan sikap kemandirian anak dalam melaksanakan aktivitasnya sehari-hari. Menanamkan Dasar Pendidikan Moral Seperti kata pepatah “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya”. Anak akan selalu berusaha menirukan dan mencontoh perbuatan orang tuanya. Karenanya, orang tua harus mampu menjadi teladan yang baik misalnya dengan mengajarkan tutur kata dan perilaku yang baik bagi anak-anaknya. Segala nilai yang dikenal anak akan melekat pada orang-orang yang disenangi dan dikaguminya, dan dengan melalui inilah salah satu proses yang ditempuh anak dalam mengenal nilai. Memberikan Dasar Pendidikan Sosial Keluarga merupakan satu tempat awal bagi anak dalam mengenal nilai-nilai sosial. Di dalam keluarga, akan terjadi contoh kecil pendidikan sosial bagi anak, misalnya memberikan pertolongan bagi anggota keluarga yang lain, menjaga kebersihan dan keindahan dalam lingkungan sekitar. Peletakkan Dasar-dasar Keagamaan Keluarga juga berperan penting dalam proses internalisasi dan transformasi nilai-nilai keagamaan ke dalam pribadi anak. Masa anak-anak adalah masa yang paling baik untuk meresapkan dasar-dasar agama, dalam hal ini tentu saja terjadi dalam keluarga. Kehidupan dalam keluarga hendaknya memberikan kondisi kepada anak untuk mengalami suasana hidup keagamaan. Tanggung Jawab Keluarga Dasar-dasar tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anaknya meliputi hal-hal Adanya motivasi atau dorongan cinta kasih yang menjiwai hubungan orang tua dan anak. Pemberian motivasi kewajiban moral sebagai konsekuensi kedudukan orang tua terhadap keturunannya yang meliputi nilai agama atau nilai spiritual. Tanggung jawab sosial, merupakan perwujudan kesadaran tanggung jawab kekeluargaan yang dibina oleh darah, keturunan dan kesatuan keyakinan. Memelihara dan membesarkan anaknya. Juga bertanggung jawab dalam hal melindungi dan menjamin kesehatan anaknya, baik secara jasmaniah maupun rohaniah dari berbagai gangguan penyakit atau bahaya lingkungan yang dapat membahayakan diri anak tersebut. Memberikan pendidikan dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi kehidupan anak. Lembaga Pendidikan Sekolah Akibat terbatasnya kemampuan orang tua dalam mendidik anaknya, maka dipercayakanlah tugas mengajar itu kepada orang dewasa lain yang lebih ahli dalam lembaga pendidikan formal. Sekolah menjadi produsen penghasil individu yang berkemampuan secara intelektual dan skill. Fungsi dan Peran Sekolah Terbentuknya sekolah tentu memiliki fungsi dan peran dalam keberadaannya. Fungsi-fungsi tersebut adalah sebagai berikut Fungsi Lembaga Sekolah Mengembangkan kecerdasan pikiran dan memberikan pengetahuan anak didik Spesialisasi dalam bidang pendidikan dan pengajaran iii. Efisiensi. Pendidikan dilakukan dalam program yang tertentu dan sistematis, juga jumlah anak didik dalam jumlah besar akan memberikan efisiensi bagi pendidikan anak dan juga bagi orang tua. Sosialisasi, yaitu proses perkembangan individu menjadi makhluk sosial yang mampu beradaptasi dengan masyarakat. Konservasi dan transmisi kultural, yaitu pemeliharaan warisan budaya. Dapat dilakukan dengan pencarian dan penyampaian budaya pada anak didik selaku generasi muda. Transisi dari rumah ke masyarakat. Sekolah menjadi tempat anak untuk melatih berdiri sendiri dan tanggung jawab anak sebagai persiapan untuk terjun ke masyarakat. Peran Lembaga Sekolah Tempat anak didik belajar bergaul, baik sesamanya, dengan guru dan dengan karyawan. Tempat anak didik belajar mentaati peraturan sekolah. Tanggung Jawab Sekolah Tanggung jawab formal kelembagaan sesuai dengan fungsi dan tujuan yang ditetapkan menurut ketentuan yang berlaku, dalam hal ini undang-undang pendidikan; UUSPN Nomor 20 Tahun 2003. Tanggung jawab keilmuan berdasarkan bentuk, isi, tujuan dan tingkat pendidikan. Tanggung jawab fungsional adalah tanggung jawab profesional pengelola dan pelaksana pendidikan yang menerima ketetapan ini berdasarkan ketentuan jabatannya. Sifat-sifat Lembaga Sekolah Sekolah merupakan lembaga pendidikan kedua setelah keluarga, bersifat formal namun tidak kodrati. Meskipun demikian, banyak orang tua dengan berbagai alasan menyerahkan tanggung jawab pendidikan anaknya kepada sekolah. Dari kenyataan-kenyataan tersebut, sifat-sifat pendidikan sekolah tersebut adalah sebagai berikut Tumbuh sesudah keluarga. Dalam sebuah keluarga tidak selamanya tersedia kesempatan dan kesanggupan memberikan pendidikan kepada anaknya, sehingga keluarga menyerahkan tanggung jawabnya kepada sekolah. Lembaga Pendidikan Formal. Dinamakan lembaga pendidikan formal karena sekolah memiliki bentuk yang jelas, yaitu memiliki program yang telah direncanakan dengan teratur dan ditetapkan dengan resmi. Lembaga Pendidikan yang tidak bersifat kodrati Lembaga pendidikan didirikan tidak atas dasar hubungan darah antara guru dan murid seperti halnya di keluarga, tetapi berdasarkan hubungan yang bersifat kedinasan. Macam-macam Sekolah Sekolah sebagai lembaga pendidikan sebenarnya mempunyai banyak ragam, dan hal ini tergantung dari segi mana melihatnya. Ditinjau dari Segi yang Mengusahakan Sekolah Negeri, yaitu sekolah yang diusahakan oleh pemerintah, baik dari segi pengadaan fasilitas, keuangan maupun pengadaan tenaga pengajar. Sekolah Swasta, yaitu sekolah yang diusahakn oleh selain pemerintah, yaitu badan-badan swasta. Ditinjau dari Sudut Tingkatan Menurut UU Nomor 20 Tahun 2004, jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Pendidikan Dasar, terdiri dari Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah dan SMP/MTs. Pendidikan Menengah, terdiri dari SMA/MA dan SMK/MAK. iii. Pendidikan Tinggi, terdiri dari Akademi, Institut, Sekolah Tinggi dan Universitas. Ditinjau dari Sifatnya Sekolah Umum Sekolah Kejuruan Lembaga Pendidikan Masyarakat Masyarakat sebagai lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan pribadi seseorang. Masyarakat mempunyai peran penting dalam upaya ikut serta menyelenggarakan pendidikan, karena membantu pengadaan sarana dan prasarana dan menyediakan lapangan kerja. Partisipasi masyarakat membantu pemerintah dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan dalam masyarakat memiliki ciri-ciri sebagai berikut Diselenggarakan dengan sengaja di luar sekolah Peserta umumnya mereka yang tidak bersekolah atau drop out Tidak mengenal jenjang dan program pendidikan untuk jangka waktu pendek Peserta tidak perlu homogen Ada waktu belajar dan metode formal, serta evaluasi yang sistematis Isi pendidikan bersifat praktis dan khusus Keterampilan kerja sangat ditekankan sebagai jawaban terhadap kebutuhan BAB III PENUTUP KESIMPULAN Dalam sistem pendidikan nasional pendidikan seumur hidup dikelola atas tanggunga jawab keluarga, sekolah dan masyarakat. Dimana masing-masing mempunyai tanggung jawab yang terpadu dalam rangka pencapaian tujuan nasional. Keluarga sebagai lingkungan pertama, bertnaggung jawab untuk memberikan dasar dalam menumbuh kembangkan anak sebagai makhuk individu, sosial, susila dan religius. Sekolah sebagai lingkungan kedua bertugas mengembangkan potensi dasar yang dimiliki masing-masing individu agar mempunyai kecerdasan intelektual dan mental. Masyarakat sebagai lembaga ketiga memberikan anak kemampuan penalaran, keterampilan dan sikap. Juga menjadi ajang pengoptimalan perekembangan diri setiap individu. SARAN Bertitik tolak dari penulisan makalah ini, penulis merasa perlu memberikan beberapa saran sebagai berikut Perlu adanya keseriusan dan kesungguhan para pendidik dalam semua tingkatan lembaga pendidikan sebagai usaha untuk pendewasaan diri yang optimal. Hendaknya masing-masing lembaga pendidikan menyadari akan tugas dan tanggung jawabnya dalam usaha turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan hasil karya ini, semoga memberikan warna baru bagi pelaku-pelaku pendidikan untuk menggunakan kemampuan diri dalam menjalani pendidikan seumur hidup. Penulisan makalah ini tidak luput dari kesalahan dan kekeliruan, oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun demi menyempurnakan makalah ini sangatlah diharapkan. DAFTAR PUSTAKA Dasar-dasar Ilmu Pendidikan Edisi Revisi. Jakarta RajaGrafindo Persada. Suwarno.. 1985. Pengantar Umum Pendidikan. Jakarta Aksara Baru. silahkan download disini DOWNLOAD MAKALAH FUNGSI DAN PERAN LEMBAGA PENDIDIKAN DOSEN PEMBIMBING Drs BAMBANG SUCIPTO, NAMA HANIFAH GANDA UTAMI KELAS S1 PGMI IIA NIM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA STAINU KEBUMEN TAHUN AKADEMIK 2009/2010 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Kegiatan pendidikan selalu berlangsung di dalam suatu lingkungan. Dalam konteks pendidikan, lingkungan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berada di luar diri anak. Lingkungan dapat berupa hal-hal yang nyata, seperti tumbuhan, orang, keadaan, politik, kepercayaan dan upaya lain yang dilakukan manusia, termasuk di dalamnya adalah pendidikan. Di dalam konteks pembangunan manusia seutuhnya, keluarga, sekolah dan masyarakat akan menjadi pusat-pusat kegiatan pendidikan yang akan menumbuhkan dan mengembangkan anak sebagai makhluk individu, sosial, susila dan religius. Dengan memperhatikan bahwa anak adalah individu yang berkembang, ia membutuhkan pertolongan dari orang yang telah dewasa, anak harus dapat berkembang secara bebas, tetapi terarah. Pendidikan harus dapat memberikan motivasi dalam mengaktifkan anak. Ketiga lembaga pendidikan, yaitu lembaga pendidikan keluarga, lembaga pendidikan sekolah dan lembaga pendidikan masyarakat mempunyai tanggung jawab dan peranan masing-masing dalam usaha pencapaian tujuan pendidikan yaitu pendewasaan diri manusia. Oleh karena itu tugas penulis untuk memaparkan masing-masing tugas dan peranan lembaga di atas dalam proses pendidikan seumur hidup. Bila terdapat penyimpangan dalam penjelasan saya, sebelum dan sesudahnya saya mohon saran dan kritik yang sifatnya membangun. B. PERMASALAHAN Dari sekian banyak uraian di atas, maka sudah tentu lembaga-lembaga pendidikan yang ada memiliki peranan, fungsi dan sumbangsih besar bagi terbentuknya individu yang dewasa, yang mandiri dan memiliki kecakapan intelektual dan emosional yang mantap. Mengenai batasan dan rumusan masalah pada makalah ini, saya mengutamakan 3 point, yaitu 1. Apakah fungsi dan peranan, serta tanggung jawab lembaga pendidikan keluarga ? 2. Apakah fungsi dan peranan, serta tanggung jawab lembaga pendidikan sekolah ? 3. Bagaimana lembaga pendidikan yang terjadi di masyarakat ? BAB II ISI FUNGSI DAN PERAN LEMBAGA PENDIDIKAN A. LEMBAGA PENDIDIKAN KELUARGA Sebagai transmisi pertama dan utama dalam pendidikan, keluarga memiliki tugas utama dalam peletakan dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan. Dikatakan pertama karena keluarga adalah tempat dimana anak pertama kali mendapat pendidikan. Sedangkan dikatakan utama karena hampir semua pendidikan awal yang diterima anak adalah dalam keluarga. Oleh karena itu, keluarga merupakan lembaga pendidikan tertua, yang bersifat informal dan kodrati. Lahirnya keluarga sebagai pendidikan sejak manusia itu ada. Ayah dan ibu sebagai pendidik, dan anak sebagai keluarga adalah meletakkan dasar-dasar bagi perkembangan anak berikutnya, agar anak dapat berkembang secara baik. 1. Fungsi dan Peranan Pendidikan Keluarga Pertama Masa Kanak-Kanak Pengalaman ini merupakan faktor yang sangat penting bagi perkembangan berikutnya, khususnya dalam perkembangan pribadinya. Kehidupan keluarga sangat penting, sebab pengalaman masa kanak-kanak akan memberi warna pada perkembangan selanjutnya. Kehidupan Emosional Anak Tiga hal yang menjadi pokok dalam pembentukan emosional anak, adalah 1 Pemberian perhatian yang tinggi terhadap anak, misalnya dengan menuruti kemauannya, mengontrol kelakuannya, dan memberikan rasa perhatian yang lebih. 2 Pencurahan rasa cinta dan kasih sayang, yaitu dengan berucap lemah lembut, berbuat yang menyenangkan dan selalu berusaha menyelipkan nilai pendidikan pada semua tingkah laku kita. 3 Memberikan contoh kebiasaan hidup yang bermanfaat bagi anak, yang diharapkan akan menumbuhkan sikap kemandirian anak dalam melaksanakan aktifitasnya sehari-hari. c. Menanamkan Dasar Pendidikan Moral Seperti pepatah “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya”. Anak akan selalu berusaha menirukan dan mencontoh perbuatan orang tuanya. Karenanya, orang tua harus mampu menjadi suri tauladan yang baik. Misalnya dengan dengan mengajarkan tutur kata dan perilaku yang baik bagi anak-anaknya. d. Memberikan Dasar Pendidikan Sosial Keluarga sebagai komunitas terkecil dalam kehidupan sosial merupakan satu tempat awal bagi anak dalam mengenal nilai-nilai sosial. Di dalam keluarga, akan terjadi contoh kecil pendidikan sosial bagi anak. Orang tua sebagai teladan, sudah semestinya memberikan contoh yang baik bagi anak-anak. Misalnya memberikan pertolongan bagi anggota keluarga yang lain, menjaga kebersihan dan keindahan dalam lingkungan sekitar. e. Peletakkan Dasar-dasar Keagamaan Masa kanak-kanak adalah masa paling baik dalam usaha menanamkan nilai dasar keagamaan. Kehidupan keluarga yang penuh dengan suasana keagamaan akan memberikan pengaruh besar kepada anak. Kebiasaan orang tua mengucapkan salam ketika akan masuk rumah merupakan contoh langkah bijaksana dalam upaya penanaman dasar religius anak. 2. Tanggung Jawab Keluarga 1 Adanya motivasi atau dorongan cinta kasih yang menjiwai hubungan orang tua dan anak. Hubungan yang tidak didasari cinta kasih akan menimbulkan beberapa sifat negatif bagi perkembangan anak. Begitu pula, tidak cukupnya kebutuhan anak akan kasih sayang akan membuat anak selalu merasa tertekan dan ragu dalam menjalani kehidupan selanjutnya. 2 Pemberian motivasi kewajiban moral sebagai konsekuensi kedudukan orang tua terhadap keturunannya. Usia anak yang masih dini akan cukup membantu orang tua dalam penanaman sikap-sikap hidup. Rasa ingin tahu anak akan menghasilkan pengetahuan yang asli dan berakar bagi anak. Keluarga harus mampu menggunakan masa ini untuk betul-betul membentuk kepribadian awal anak sebagai anggota keluarga. 3 Tanggung jawab sosial adalah bagian dari keluarga pada gilirannya akan menjadi tanggung jawab masyarakat, bangsa dan negara. Masyarakat yang sejahtera dibentuk dari keluarga-keluarga yang sejahtera pula. Keluarga merupakan awal perubahan dalam kehidupan bermasyarakat, karena itu keluarga mempunyai tanggung jawab membentuk masyarakat yang sejahtera. 4 Memelihara dan membesarkan anaknya. Ikatan darah dan batin antara orang tua dan anak akan memberikan dorongan alami bagi orang tua untuk betul-betul mendidik anak menjadi apa yang mereka inginkan. 5 Memberikan pendidikan dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi kehidupan anak kelak, sehingga bila ia telah dewasa akan mampu mandiri. B. LEMBAGA PENDIDIKAN SEKOLAH Akibat terbatasnya kemampuan orang tua dalam mendidik anaknya, maka dipercayakanlah tugas mengajar itu kepada orang dewasa lain yang lebih ahli dalam lembaga pendidikan formal, yaitu guru. Sekolah sebagai wahana pendidikan ini, menjadi produsen penghasil individu yang berkemampuan secara intelektual dan skill. Karenanya, sekolah perlu dirancang dan dikelola dengan baik. Karakteristik proses pendidikan di sekolah, antara lain 1 Diselenggarakan secara khusus dan dibagi atas jenis jenjang yang memiliki hubungan hierarkis. 1. Usia anak didik di suatu jenjang pendidikan relatif homogen. 2. Waktu pendidikan relatif lama sesuai dengan program pendidikan yang harus diselesaikan. 3. Materi atau isi pendidikan lebih banyak bersifat akademis dan umum. 4. Adanya penekanan tentang kualitas pendidikan sebagai jawaban kebutuhan di masa yang akan datang. Sekolah lahir dan berkembang secara efektif dan efisien dari, oleh dan untuk masyarakat. Sekolah berkewajiban memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam mendidik warga negara. 1. Fungsi dan Peranan Sekolah Fungsi Lembaga Sekolah a. Mengembangkan kecerdasan pikiran dan memberikan pengetahuan anak didik. b. Spesialisasi dalam bidang pendidikan dan pengajaran. pendidikan dilakukan dalam program yang tertentu dan sistematis, juga jumlah anak didik dalam jumlah besar akan memberikan efisiensi bagi pendidikan anak dan juga bagi orang tua. d. Sosialisasi, yaitu proses perkembangan individu menjadi makhluk sosial yang mampu beradaptasi dengan masyarakat. e. Konservasi dan transmisi kultural, yaitu pemeliharaan warisan budaya. Dapat dilakukan dengan pencarian dan penyampaian budaya pada anak didik selaku generasi muda. f. Transisi dari rumah ke masyarakat. Sekolah menjadi tempat anak untuk melatih berdiri sendiri dan tanggung jawab anak sebagai persiapan untuk terjun ke masyarakat. Peranan Lembaga Sekolah a. Tempat anak didik belajar bergaul, baik sesamanya, dengan guru dan dengan karyawan. b. Tempat anak didik belajar mentaati peraturan sekolah. Mempersiapkan anak didik untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna bagi agama, bangsa dan agama. 2. Tanggung Jawab Sekolah 1 Tanggung jawab formal kelembagaan sesuai dengan fungsi dan tujuan yang ditetapkan menurut ketentuan yang berlaku. 2 Tanggung jawab keilmuan berdasarkan bentuk, isi, tujuan dan tingkat pendidikan. 3 Tanggung jawab fungsional adalah tanggung jawab profesional pengelola dan pelaksana pendidikan yang menerima ketetapan ini berdasarkan ketentuan jabatannya. 3. Sifat-Sifat Lembaga Pendidikan Sekolah 1. Tumbuh sesudah keluarga pendidikan kedua, maksudnya sekolah memikul tanggung jawab dari keluarga untuk mendidik anak-anak mereka. 2. Lembaga Pendidikan Formal, dalam arti memiliki program yang jelas, teratur dan resmi. 3. Lembaga pendidikan tidak bersifat kodrati. Maksudnya hubungan antara guru dan murid bersifat dinas, bukan sebagai hubungan darah. 4. Macam-macam Sekolah a. Ditinjau dari segi yang mengusahakan dibagi menjadi 2,yaitu 1. Sekolah negeri, yaitu sekolah yang diusahakan oleh pemerintah, baik segi fasilitas, keuangan maupun tenaga pengajar. 2. Sekolah swasta, yaitu sekolah yang diusahakan oleh badan-badan swasta. Terdiri atas 4 status yakni Disamakan, Diakui, Terdaftar dan Tercatat. b. Ditinjau dari segi tingkatan dibagi menjadi 4,yaitu 1. Pendidikan Pra Sekolah, yaitu pendidikan sebelum Sekolah Dasar. 2. Pendidikan Dasar, yaitu Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah dan SLTP/ MTs. 3. Pendidikan Menengah, yaitu SLTA & Kejuruan atau Madrasah Aliyah. 4. Pendidikan Tinggi, yaitu Akademi, Institut, Sekolah Tinggi atau Universitas. dari sifatnya dibagi menjadi 2, yaitu Umum, yaitu sekolah yang belum mempersiapkan anak dalam spesialisasi pada bidang pekerjaan tertentu. Misalnya SD, SLTP dan SLTA. Kejuruan, yakni lembaga pendidikan sekolah yang mempersiapkan anak untuk menguasai keahlian-keahlian tertentu. Misalnya SMEA, MAK, SMK dan STM. 5. Sumbangsih Khas Sekolah Sebagai Lembaga Pendidikan a. Sekolah Melaksanakan tugas mendidik maupun mengajar anak, serta memperbaiki, memperluas tingkah laku si anak didik. b. Sekolah mendidik maupun mengajar anak didik menerima dan memiliki kebudayaan bangsa. membantu anak didik mengembangkan kemampuan intelektual dan keterampilan kerja. C. LEMBAGA PENDIDIKAN MASYARAKAT Masyarakat sebagai lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan pribadi seseorang. Dalam hal ini, masyarakat mempunyai peranan penting dalam upaya ikut serta menyelenggarakan pendidikan, membantu pengadaan tenaga & biaya, sarana dan prasarana dan menyediakan lapangan kerja. Karenanya, partisipasi masyarakat membantu pemerintah dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa yang sangat dalam masyarakat memiliki ciri-ciri sebagai berikut 1. Diselenggarakan dengan sengaja di luar sekolah. 2. Peserta umumnya mereka yang tidak bersekolah atau drop out. 3. Tidak mengenal jenjang dan program pendidikan untuk jangka waktu pendek. 4. Peserta tidak perlu homogen. 5. Ada waktu belajar dan metode formal, serta evaluasi yang sistematis. 6. Isi pendidikan bersifat praktis dan khusus. 7. Keterampilan kerja sangat ditekankan sebagai jawaban terhadap kebutuhan meningkatkan taraf hidup. 1. Beberapa Istilah Jalur Pendidikan Luar Sekolah 1. Pendidikan Sosial, yaitu proses yang diusahakan dengan sengaja di dalam masyarakat untuk mendidik individu & lingkungan sosial, supaya bebas dan bertanggung jawab. 2. Pendidikan Masyarakat, merupakan pendidikan yang ditujukan kepada orang dewasa, termasuk pemuda di luar batas umur tertinggi kewajiban belajar dan dilakukan di luar lingkungan dan sistem persekolahan resmi. 3. Pendidikan Rakyat adalah tindakan-tindakan atau pengaruh yang terkadang mengenai seluruh rakyat. 4. Pendidikan Luar Sekolah adalah pendidikan yang dilakukan di luar sistem persekolahan biasa. 5. Mass Education adalah pendidikan yang ditujukan kepada orang dewasa di luar lingkungan sekolah. 6. Adult Education adalah pendidikan untuk orang dewasa yang mengambil umur batas tertinggi dari masa kewajiban belajar. 7. Extension Education adalah suatu bentuk dari adult education, yaitu pendidikan yang diselenggarakan di luar sekolah biasa, yang khusus dikelola oleh Perguruan Tinggi untuk menyahuti hasrat masyarakat yang ingin masuk dunia Universitas, misalnya Univ. Terbuka 8. Fundamental Education ialah pendidikan yang bertujuan membantu masyarakat untuk mencapai kemajuan sosial ekonomi, agar mereka dapat menempati posisi yang layak. 2. Sasaran dan Program Pendidikan Jalur Luar Sekolah 1. Para buruh dan Petani Kebanyakan berpendidikan rendah atau bahkan tidak sama sekali. Pendidikan yang diberikan adalah pendidikan yang mampu menolong meningkatkan produktifitas dengan mengajarkan keterampilan dan metode baru, yang mendidik mereka agar bisa memenuhi kewajiban sebagai warga negara dan kepala keluarga serta mampu menggunakan waktu secara efektif. 2. Para Remaja Putus Sekolah Golongan remaja yang menganggur memerlukan pendidikan yang menarik, merangsang dan relevan dengan kebutuhan hidupnya. 3. Para Pekerja yang Berketerampilan Agar mampu menghadang berbagai tantangan masa depan, maka program pendidikan yang diberikan kepada mereka hendaknya yang bersifat kejuruan dan teknik. Dengan tujuan dapat menyelamatkan mereka dari bahaya keuangan, pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki serta membuka jalan bagi mereka untuk naik ke jenjang hidup yang lebih baik. 4. Golongan Teknisi dan Profesional Mereka memegang peranan penting dalam kemajuan masyarakat. Karenanya, peran mereka harus dioptimalkan dengan memperbaharui dan menambah pengetahuan serta keterampilannya. 5. Para Pemimpin Masyarakat Termasuk di dalamnya para pemimpin politisi, agama, sosial dan sebagainya. Mereka dituntut mampu mengaplikasikan berbagai pengetahuan mereka dan berusaha untuk memperbaharui sikap dan gagasan yang sesuai dengan kemajuan dan pembangunan. 6. Anggota Masyarakat yang Sudah Tua Akibat perkembangan zaman, banyak ilmu pengetahuan yang tidak mereka dapatkan. Karena itu pendidikan merupakan kesempatan yang berharga bagi mereka. BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Dalam sistem pendidikan nasional, pendidikan seumur hidup dikelola atas tanggung jawab keluarga, sekolah dan masyarakat. Dimana masing-masing mempunyai tanggung jawab yang terpadu dalam rangka pencapaian tujuan nasional. 1. Keluarga sebagai lingkungan pertama bertanggung jawab untuk memberikan dasar dalam menumbuh kembangkan anak sebagai makhluk individu, sosial, susila dan religius. 2. Sekolah sebagai lingkungan kedua bertugas mengembangkan potensi dasar yang dimiliki masing-masing individu agar mempunyai kecerdasan intelektual dan mental. Dari individu yang cerdas, akan lahir bangsa yang cerdas yang mampu memecahkan masalahnya sendiri. 3. Masyarakat sebagai lembaga ketiga memberikan anak kemampuan penalaran, keterampilan dan sikap. Juga menjadi ajang pengoptimalan perkembangan diri setiap individu. B. SARAN DAN KRITIK Bertitik tolak dari penulisan skripsi ini, penulis merasa perlu memberikan beberapa saran sebagai berikut 1. Perlu adanya keseriusan dan kesungguhan para pendidik dalam semua tingkatan lembaga pendidikan sebagai usaha untuk pendewasaan diri yang optimal. 2. Hendaknya masing-masing lembaga pendidikan menyadari akan tugas dan tanggung jawabnya dalam usaha turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. 3. Dengan hasil karya ini, semoga memberikan warna baru bagi pelaku-pelaku pendidikan untuk menggunakan kemampuan diri dalam menjalani pendidikan seumur hidup. Penulisan makalah ini tidak luput dari kesalahan dan kekeliruan, oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun demi menyempurnakan makalah ini sangatlah diharapkan. DAFTAR PUSTAKA Drs. Fuad Hasan, Dasar-Dasar Kependidikan Jakarta Rineka Cipta, 1995, hal 17. Hasbullah, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan Jakarta PT. Raja Grafindo Persada, 2003. Tim Dosen IKIP, Dasar-Dasar Pendidikan Semarang IKIP Semarang Press, 1981, hal 334. Posted in Uncategorized