TB(1974) ©. SABDAweb 2Kor 12:9. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku g bagimu 1 , sebab justru dalam kelemahanlah h i kuasa-Ku j menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. AYT (2018): Namun, Ia berkata kepadaku, "Anugerah-Ku cukup bagimu karena kuasa-Ku disempurnakan dalam kelemahan."
Tetapijawab Tuhan kepadaku: Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Selamat pagi Hebroners Semua manusia tidak terlepas dari kelemahan atau kekurangan.
Listento Dalam Kelemahan Kuasa-Mu Sempurna on Spotify. Sarah F Souisa · Single · 2019 · 1 songs.
Temautama dalam surat kedua Paulus kepada jemaat di Korintus adalah: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna" (2 Kor. 12:9). Dalam menjadi murid dan memuridkan, apalagi di masa kini, tantangan yang kita hadapi tidaklah mudah.
DalamKelemahan Kuasa-Mu Sempurna - Sarah F Souisa (Official Lyric Video) 2,615 views May 4, 2019 92 Dislike Share VDYP Music 1.38K subscribers Seorang penyanyi wanita pendatang baru yang bernama
TempoAdagio bisa diukur dengan alat musik keyboard atau dengan mendownload aplikasi metronome pada smartphone. Lirik Lagu Rohani "Tuhan Pasti Turun Tangan" SETIAP PERKARA DAPAT KUTANGGUNG DENGAN KEKUATAN YANG KAU BERIKAN BAHKAN DI DALAM KELEMAHAN KU TAHU KUASAMU SEMAKIN SEMPURNA SEBAB TUHAN PASTI TURUN TANGAN MEMBAWA PERTOLONGAN DI MANA KUPERLUKAN
Jikakita mau menyadari, justru dalam kelemahan kitalah kuasa Tuhan akan menjadi nyata dan sempurna (2 Korintus 12:9). Dalam anugerah-Nya yang melimpah, semua kegagalan, kelemahan, kesialan, kecerobohan dan kebodohan kita, bisa dipakai oleh Tuhan menjadi ajang demonstrasi kuasa Allah.
DOI 10.46495/sdjt.v9i1.58 Corpus ID: 219656305; Kuasa Tuhan Nyata Sempurna dalam Kelemahan Manusia di Tinjau dari II Korintus 12:9 @inproceedings{Preskila2020KuasaTN, title={Kuasa Tuhan Nyata Sempurna dalam Kelemahan Manusia di Tinjau dari II Korintus 12:9}, author={Eka Preskila}, year={2020} }
Dalamkelemahan, kuasaMu sempurna. Baru-baru ini saya menonton film seri "13 Reasons Why";, yang bercerita tentang seorang remaja usia SMU di Amerika Serikat yang meninggal karena mengakhiri hidupnya sendiri setelah mengalami tekanan jiwa luar biasa akibat bullying yang dilakukan oleh teman-teman sekolahnya. Kisah ini tragis, tetapi sangat
5Plp. Mazmur 404 Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada Tuhan, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan! Dalam kisah-kisah di Alkitab, tidak ada seorang pun yang hidup melekat kepada Tuhan yang tidak luar biasa. Abraham lahir di keluarga penyembah berhala sebelum menjadi bapak bangsa-bangsa. Musa adalah seorang buronan sebelum menjadi pembebas Bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Dan, Daud adalah seorang penggembala kambing domba sebelum menjadi raja atas Israel. Baca juga TINGKATKAN KOMITMEN KITA KE LEVEL BERIKUTNYA Jika Tuhan sanggup mengubahkan kehidupan para tokoh di atas, Tuhan juga sanggup mengubahkan kehidupan Anda dan saya menjadi luar biasa, tidak peduli seberapa kelam kehidupan kita sebelumnya. Jika kita menginginkan hal tersebut, kita perlu merespons Tuhan sebagaimana Abraham, Musa, dan Daud merespons. Yaitu, mereka menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada Tuhan. Mereka menjadikan Tuhan yang utama dalam hidup mereka. Baca juga TANGGUNG JAWAB ORANG PERCAYA Bukan berarti kehidupan orang-orang yang luar biasa itu sempurna. Tentu saja sebagai manusia mereka memiliki banyak kelemahan. Namun, selama kita melekat kepada Tuhan, dalam kelemahan, kuasa Tuhan dapat dinyatakan dengan sempurna melalui hidup kita 1 Korintus 129. penulis mistermuryadi = = = = = Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank AUS BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.
2 Korintus 129 “Tetapi jawab Tuhan kepadaku Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna’. Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” __________________________________________ Ayat diatas adalah pengingat yang kuat mengenai pertolongan Tuhan bagi Anda dan saya ketika kita mencapai batas akhir dari kekuatan kita. Ketika Paulus menulis ayat tersebut, dia sedang dilecehkan kemanapun dia pergi oleh roh jahat yang dia disebut sebagai “duri dalam daging”. Ini adalah utusan dari Iblis yang datang untuk mengganggu dia, untuk terus menekan Paulus. Gangguan konstan ini akhirnya membuat Paulus hampir menyerah, dan dia memohon pada Tuhan tiga kali untuk mengangkat pencobaan tersebut. Paulus jelas berada di ambang batas kekuatannya. Tapi, meskipun Paulus berdoa untuk intervensi Tuhan sampai tiga kali, roh itu tidak diangkat. Dan tanggapan Tuhan untuk permintaan Paulus adalah ayat yang kita baca di atas. Kekuatan-Nya menjadi sempurna dalam kelemahan Paulus. Apa artinya sempurna? Ini berarti bahwa kekuatan-Nya sampai kepada kedewasaan penuh… kekuatan Tuhan dimanifestasikan… sepenuhnya dinyatakan dalam kelemahan kita. Apa tanggapan Paulus? Dia melanjutkan dengan mengatakan dalam ayat 9-10 di pasal yang sama, “..sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” Tampaknya memang kadang-kadang kita harus sampai pada akhir dari diri kita sendiri sebelum kita dapat melihat sepenuhnya kepada Tuhan. Tetapi ketika kita melakukannya, kita menemukan bahwa Dia lebih dari cukup untuk kita. Jika Anda berada di batas akhir kekuatan Anda atau mendekati titik itu, berpegang pada kekuatan Allah. Taruh kepercayaan Anda pada-Nya. Dia akan membawa Anda ke tempat terobosan Anda, dan Anda akan menemukan kekuatan dan arah yang Anda butuhkan. __________________________________________ Bacaan Alkitab Setahun Mazmur 77-78; Roma 10 __________________________________________ Kekuatan Tuhan menjadi nyata dan sempurna justru di saat kita berada di batas akhir kekuatan kita sendiri. Diterjemahkan dari Answers for Each Day by Bayless Conley
Lori Official Writer 2765 Markus 6 37 Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?" Bacaan Alkitab Setahun Mazmur 124; 1 Korintus 13; 1 Samuel 14-15 Apa kamu pernah mengucapkan kata-kata ini, “Kalau mereka memintaku melakukan satu hal lagi…” Mereka’ bisa jadi siapa saja yang mencoba menambahkan satu hal dalam diriku. Siapapun yang butuh lebih dari yang kamu rasa bisa kamu berikan. Hal ini terjadi baru-baru ini kepadaku dan suamiku. Jadwal kami sudah penuh dan yang kami butuhkan hanyalah istirahat sebentar saja dari kesibukan ini. Tapi pasangan suami istri yang kami kenal sedang bergumul dan butuh bantuan kami. Gak mudah buat kami. Tapi kami mencoba mengatur ulang beberapa hal dan akhirnya bisa meluangkan waktu kami untuk berbicara dengan mereka. Hasilnya sangat menakjubkan. Dari yang awalnya mereka akan membicarakan soal perceraian, pembicaraan itu justru berubah soal rencana masa depan. Aku dan suamiku merasa sangat bersemangat, kagum dengan apa yang Tuhan lakukan. Walaupun kami sudah sangat kelelahan, tapi Tuhan bekerja melalui kami. Beristirahat adalah kebutuhan jasmani kita dan Tuhan menganjurkan kita untuk memiliki istirahat yang cukup. Tapi, Tuhan kadang bisa mengambil waktu istirahat kita untuk suatu tujuan. Di Kitab Markus, kita bisa baca bagaimana Yesus memberi makan 5000 orang. Tapi, setelah aku membacanya aku mulai tertarik dengan peristiwa yang terjadi sebelum itu. Di Markus 6 12-13, Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk sebuah misi. “Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.” Aku yakin murid-murid saat itu berpikir, Akhirnya kita istirahat!’ Sayangnya, waktu mereka menemukan tempat yang nyaman untuk tidur siang, kerumunan orang menemukan mereka. Tapi karena belas kasihan Yesus, Dia pun memutuskan untuk melayani mereka. “…maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.” Markus 6 34 Menariknya, di bagian kitab ini gak disebutkan soal respon murid-murid apakah mereka juga punya simpati yang sama seperti Yesus atau tidak. Karena bisa jadi mereka berpikir bahwa orang banyak itu hanya mengganggu waktu istirahat mereka saja. Baca Juga Berserah di Hadapan Tuhan Dengan Rendah Hati Setelah Yesus selesai mengajar, waktu pun sudah larut malam, menunjukkan jam makan malam. Lalu Yesus menyuruh para murid untuk memberi mereka makan “Kamu harus memberi mereka makan!” Kalau saja aku berada di posisi murid, pikiranku akan dipenuhi dengan sejuta hal. Kenapa Yesus menanyakan hal ini padaku? Aku kan baru selesai melayani orang-orang ini untuk Dia, dan sekarang Dia menyuruhku melakukan ini?” Yesus mungkin gak memintaku untuk memberi makan orang banyak itu. Tapi aku sadar kalau perintah itu jadi peluang untukku melakukan sesuatu. Peluang ini kadang bisa jadi penghalang atas rencanaku. Biasanya dalam situasi saat berhadapan dengan kasir yang lamban yang bermasalah, teman yang tiba-tiba butuh bantuan di waktu yang kurang tepat, atau rekan kerja yang mengajak berbicara saat waktunya genting. Dan bahkan, ya seperti pasangan yang butuh bantuan kami juga. Waktu aku merasa gak punya apa-apa lagi untuk diberikan, Tuhanlah yang bekerja. Ini adalah sisi indah dari kehidupan Kristen. Waktu kita jadi lemah, Tuhan tetap kuat. Waktu Tuhan meminta sesuatu dari kita, kita hanya perlu berkata, “Ya.” Selebihnya, Tuhan sendiri yang akan menyelesaikannya untuk kita. Ya Tuhan, bantu aku untuk peka akan situasi dimana Engkau ingin aku melakukan sesuatu untuk orang lain. Bahkan saat aku lelah, aku tahu kuasaMu menjadi sempurna dalam kelemahanku. Di dalam nama Yesus aku berdoa. Amin Hak cipta Anitha Abraham, disadur dari